GUNADARMA · SOFTSKILLS · TUGAS SOFTSKILLS · Uncategorized

Resume : Secondary HMIs capture data

rtemagicc_ctl1411_web_f2_hmi-fluke-6002615a-en-fc-app-illus-prod-test-jpg

Dengan menggunakan teknologi seperti alat pintar (smartphone, laptop dll) yang dapat digunakan dimana saja dengan akses begitu mudah, kita dapat menemukan data sekunder (secondary data) tanpa harus mengambil data secara manual. Menemukan data berupa data sekunder dari laporan yang terotomatisasi memunculkan sebuah lampiran sekunder dari proses informasi yang dicari sekarang hanya dengan seujung jari. Dilihat dari kemajuan vs revolusi, industri internet akhir-akhir ini memperbaiki aspek paling penting dari produksi. Perlengkapan pintar (handphone, laptop dll) yang mana bersumbu pada manusia yang membuat keputusan yanga mana pada gilirannya mencari indikasi dari proses yang tidak beraturan.

Diluar dari pikiran kritis yterdapat sederet data yang dikumpulkan secara manual, mendukung :

  1. Bukan alat pintar, tapi masih mempengaruhi produkivitas secara keseluruhan.
  2. Infrastruktur cerdas yang terpecaya yang adalah inspeksi lapangan manual dan perbaikan sensor, jaringan dll

Data sekunder : 7 uji control lup

Jika seluruhnya hanya sebaik jumlah bagiannya, papan control tergantung pada manusia untuk bertugas secara manual, memeriksa, menguji, memecahkan masalah dan menyesuaikan voltasi DC dan kendali sinyal mA dimana itu diandalkan.

Diantara prosedur uji control lup (seperti yang disarankan dalam figure 1) ada 7 :

  1. Menguji indicator terpencil atau HMI untuk memvalidasi kualitas dari sinyal mA menentang masukan kesistem control, dikedua (ad-hoc) atau basis tahunan
  2. Menguji seluruh lup dengan alat-alat penguji yang berhubungan ke pemancar, penyedia tenaga, indicator terpencil dan elemen kontrol/klep, memvalidasi bahwa sinyalnya benar (sebaliknya dikenal sebagai ‘tembak lup-nya’)
  3. Melaksanakan regulasi yang disyaratkan inspeksi (farmasi industry perminyakan) yang harus didokumentasikan

Aplikasi pemecahan masalah umum tambahan meliputi :

  1. Mengikuti control lup gagal karena terminasi yang tidak pasti, sekring yang putus, kesalahan pada kabel, pemancar yang bertekanan lebih, perhitungan penyediaan tenaga yang keliru, sensor suhu yang buruk dll
  2. Menguji penyimpangan dalam pembacaan papan control sebuah tank haru dalam 70% saja tapi jika tebraca 90% makan perlu diperiksa dan operator control perlu melihat sinyal berasal dari pemancar local sambil mengawasi data nilai tekanan dari papan
  3. Secara bersamaan menguji masukan/ keluaran voltasi DC
  4. Membukukan poin-poin perkalian uji control secara serempak dalam sebua kesalahan saluran operasi.

Ada 4 cara pengukuran memiliki nilai dengan menyimpan data yang mudah tidak terpisahkan dari penmbahan nilai kecuali ukurannya. Berikut adalah cara pengukuran yang memiliki nilai yaitu:

  1. sebuah kunci indicator dari hasils sitem seperti % dari jangka waktunya.
  2. Memberikan label menurut perlengkapan dan tanggal waktu
  3. Berkolerasi dengan data yang lainnya seperti ukuran-ukuran sebelumnya atau urutan data yang sama (HMIs)
  4. Disimpan ditempat dimana dapat diakses oleh tim control yang telah diperluas.

Dalam lingkungan tim tehnisi tersebut itu tidak cukup bagi tehnisi untuk menetapkan ukuran, menyeleksi pekerjaan dan pergi : informasi ukuran tidak bisa dijadikan obrol 1 orang saja. Ukuran ukuran tersebut dari pada keakuratan dokumen dalam sistem, memasukkan data dalam arsip juga meningkatkan ketepatan, keakuratan dan kepercayaan diri dalam tim.

HMI sekunder memiliki keuntungannya adalah seluruh tehnisi dalam tim (bukan hanya bagian control) memiliki akses ke equioment logs universal dengan semua data baseline untuk semua control lup dan alat. Keuntungan dari HMI sekunder yaitu suatu rekaman universal memelihara metode untuk lantai gedung dengan kokoh, memperbaiki komunikasi dan konsistensi tim (antara shift dan level kemampuan). Tidak ada kesalahan dalam tulisan tangan yang intensif buruh atau pemeliharaan rekaman data yang masuk dan lainnya. Komunikasi antara dasar dan papan kendali si tehnisi tentang ukuran seperti yang sedang berlangsung. Lingkaran persetujuan diperseingkat ketika supervisor memiliki seluruh data dalam genggaman dengan cepat. Saat pemecahan masalah menemui kegagalan dimulai dari data baseline untuk perbandingan dengan keadaan saat ini serin mempersingkat waktu untuk mendapatkan akar permasalahan. Secara keseluruhan, alat yang ditingkatkan dapat diandalkan.

Manajemen menentukan prioritas alat,parameter untuk menggabungkan dan peran data yang dibagikan dalam proses pembiayaan pemakaian peralatan (EL) biasanya memetakan ke penamaan protocol yang muncul dalam gedung, dimana holy grail adalah perbandingan 1:1, meluruskan data yang dikumpulkan secara manual dengan automatisasi.

 

Source: http://m.controleng.com/index.php?id=9113&tx_ttnews%5Btt_news%5D=115207&cHash=cb72d2f1c216f136ad1d4f788693214d

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s